SEJARAH PERJUANGAN PEMUDA DI INDONESIA
Pemuda adalah salah satu aset
penting yang dimilki oleh sebuah bangsa maupun Negara. Karena masa depan sebuah
bangsa dan Negara ditentukan oleh kualitas serta kuantitas pemuda yang
dimiliki, ketika pemuda dalam sebuah bangsa dan Negara itu lemah ataupun hancur
maka yakin dan percaya, kondisi suatu bangsa dan Negara itupun akan berbanding
lurus dengannya. Sejarah telah mengajarkan kita bagaimana heroiknya perjuangan
para pemuda, baik pada saat pra-merdeka hingga setelah merdeka itu sendiri.
Dahulu ketika kaum Portugis datang
ke Indonesia dengan tujuan untuk menguasai kekayaan alam, disaat itu pula lah
perjuangan rakyat Indonesia, khususnya pemuda dimulai. Akan tetapi perjuangan
yang digaungkan tersebut masih bersifat ke-daerahan, dimana perjuangan masih
difokuskan untuk daerah masing-masing. Akan tetapi, ketika perjuangan tersebut
dirasa mudah untuk diluluh lantahkan oleh penjajah pada saat itu, maka
Perhimpunan Indonesia (PI) selaku organisasi kepemudaan yang sedang menimba
ilmu di Belanda kala itu gencar mengumandangkan persatuan bangsa, dalam hal ini
para pemuda di seluruh Indonesia. Baru lah pada 30 April 1926 diadakan Kongres
Pemuda I yang menjadi titik awal bersatunya para pemuda Indonesia untuk
mencapai kemerdekaan. Yang dimana dalam kongres tersebut lahirlah beberapa
pemikiran dari para pemuda saat itu:
1. Kemerdekaan
Indonesia dari penjajahan merupakan cita-cita bersama seluruh pemuda di
Indonesia.
2. Seluruh
organisasi kepemudaan bertujuan untuk menggalang persatuan.
Berselang
beberapa tahun dari Kongres Pemuda I tersebut, Perhimpunan Pelajar Indonesia
(PPI) bertekad untuk mengadakan Kongres Pemuda II, dan hal tersebut terealisasi
pada 26 s.d. 28 Oktober 1928 yang dihadiri oleh semua perkumpulan pemuda,
mahasiswa, dan partai politik dengan tujuan untuk terus mengobarkan semangat
kemerdekaan dalam diri masing-masing peserta. Walaupun dalam pelaksanaannya
sempat ada insiden dimana pimpinan rapat ditegur oleh pihak Belanda untuk tidak
menyebut hal-hal yang berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia, namun dari
Kongres tersebutlah Sumpah Pemuda lahir, yang dimana intisarinya dibuat oleh
Mohamad Yamin dan disetujui oleh seluruh peserta kongres saat itu.
Setelah Jepang meyerah pada sekutu,
keinginan untuk segera memproklamasikan kemerdekaan semakin menggelora di tubuh
Bangsa Indonesia. Namun perbedaan pandangan antara golongan muda dan golongan
tua menjadi salah satu alasan kemerdekaan Indonesia belum di proklamirkan.
Golongan tua yang di motori Bung Karno dan Hatta memandang bahwa untuk
memproklamasikan kemerdekaan dibutuhkan revolusi yang terorganisir dengan baik,
untuk itu mereka menganggap bahwa kerja sama dengan Jepang masih sangat
diperlukan. Akan tetapi golongan muda yang dipelopori oleh Chaerul Saleh,
Sukarni, dan Wikana menolak dengan keras terkait dengan hal tersebut, mereka
mengingikan proklamasi kemerdekaan diumumkan tanpa adanya embel-embel apapun
dan dari siapapun, termasuk Jepang. Kesepakatan diantara golongan muda dan
golongan tak kunjung lahir, puncaknya adalah ketika pertemuan diantara golongan
muda dan golongan tua yang terjadi pada Rabu, 15 Agustus 1945 di kediaman Bung
Karno (Jl. Pagesangan Timur 56 Jakarta) yang juga diwarnai dengan perdebatan
panas diantara kedua golongan. Karena golongan tua tetap bersikukuh menunda
untuk memprolamirkan kemerdekaan Indonesia. Tak terima dengan keputusan
tersebut, akhirnya golongan muda menculik Bung Karno dan Hatta pada Kamis, 16
Agustus 1945 dan membawa mereka dan keluarga ke Rengasdengklok. Golongan muda
terus menekan Bung Karno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan
Indonesia. Dan barulah pada siang harinya golongan muda yang diwakili Wikana
dan golongan tua yang diwakili Ahmad Soebardjo sepakat untuk memproklamasikan
kemerdekaan Indonesia di Jakarta.
Pada tahun 1997 hingga 1998 terjadi
beberapa persoalan dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara dibawah pimpinan
Soeharto. Diantaranya adalah krisis finansial yang dialami oleh Indonesia,
maraknya praktik KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme), dan kepemimpinan Soeharto
yang dianggap otoriter. Persoalan-persoalan tersebutlah yang melatar belakangi
para pemuda, khususnya Mahasiswa menuntut untuk dilakukannya reformasi dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu tuntutan pemuda kala itu adalah
Soeharto harus mundur dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia pada
tahun 1998. Demonstrasi
besar-besaran dilakukan di Jakarta pada tanggal 12 Mei 1998. Pada saat itu
terjadi peristiwa Trisakti, yaitu meninggalnya empat mahasiswa Universitas
Trisakti akibat bentrok dengan aparat keamanan. Empat mahasiswa tersebut adalah
Elang Mulya Lesmana, Hery Hariyanto, Hendriawan, dan Hafidhin Royan. Menanggapi
aksi reformasi tersebut, Presiden Soeharto berjanji akan mengatur ulang Kabinet
Pembangunan VII menjadi Kabinet Reformasi. Selain itu juga akan membentuk
Komite Reformasi yang bertugas menyelesaikan UU Pemilu, UU Kepartaian, UU
Susduk MPR, DPR, dan DPRD, UU Antimonopoli, dan UU Antikorupsi. Dalam
perkembangannya, Komite Reformasi belum bisa terbentuk karena 14 menteri
menolak untuk diikutsertakan dalam Kabinet Reformasi. Adanya penolakan tersebut
menyebabkan Presiden Soeharto mundur dari jabatannya.
Ketiga peristiwa tersebut setidaknya dapat memberikan
gambaran betapa gencarnya kontribusi serta perjuangan Pemuda Indonesia baik
Pra-kemerdekaan maupun pasca merdeka, dari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 nampak
bagaimana pemuda Indonesia menyatukan pikiran serta persepsi mereka untuk
melawan para penjajah yang pada saat itu mengekang kemerdekaan bagi Indonesia. Kemudian
dilanjutkan dengan penculikkan terhadap Bung Karno dan Hatta ke Rengasdengklok untuk
mendesak mereka untuk segera memproklamsikan kemerdekaan bagi Indonesia,
sehingga disepakatilah kemerdekaan Indonesia di proklamasikan pada 17 Agustus
1945 di Jakarta. Tidak berhenti sampai disitu perjuangan para pemuda terus
berlanjut pasca kemerdekaan, salah satunya adalah peristiwa reformasi 20 tahun
yang lalu, dimana pemuda Indonesia membawa Indonesia ke era yang lebih baik.
Penulis: Muhammad Anhar
Penulis: Muhammad Anhar



Komentar
Posting Komentar