Puisi Rindu
RINDU
Menghadirkan kehangatan ditengah dinginnya semilir udara pagi yang membelai ubun-ubun
Sinar senyummu yang bermekaran adalah puncak dari indahmu, membuatku terus terpesona hingga terdiam nanar menatap potret senyummu yang setiap saat hilir mudik di laman mediaku
Alismu bagai dua pedang kembar yang siap mengoyak-oyak debur terdalam hati ini, dua pupil mata berselaput rindu terus memberi sinar yang menambah kecintaanku, padamu.
Kekalik, Mataram.
28 Agustus 2019



Komentar
Posting Komentar