Puisi Sepi
SEPI
Sepi...
Masih setia menemani
Dengan sendu aku meratapi
Mentari dan senja hilir mudik tak ku sadari
Sepi...
Aroma tubuhmu masih kurasai
Melekat tanpa sekat, indera ku menciumi
Senyum merekah kasturimu kurindui
Dalam hati ia terpatri
Dalam jiwa tak tersaingi
Sepi...
Rintik-rintik kerinduan menggenangi
Bawah sadarku terus terbayangi
Oleh potretmu yang terus membanjiri
Dinding mayaku tak kuat membendungi
Sepi...
Karena hadir singkatmu memberi arti
Harap datang mencumbu hati
Menumbuhkan rasa mengikat sanubari
Namun tak kunjung terucap janji
Sepi...
Mengenang cantikmu yang tak teranalogi
Terlampau indah dari karya Pramoedya yang tetralogi
Yakin aku tak tersakiti
Meski memilikimu hanya ilusi
Ku ikhlas kau pergi karena aku tak kau hendaki
Pejarakkan, Mataram.
30 September 2019.



Komentar
Posting Komentar