Puisi Kau Abadi

KAU ABADI

Rasa itu masih tergenggam
Kau erat dalam ingatan
Hati terus menggumam
"Aku mencintaimu dalam setiap kedipan"

Pada sudut-sudut sepi
Bayangmu datang bersama gelap
Menyapa aku yang terabai
Oleh rasa yang buat kalap

Tenggelam aku oleh dalamnya duka
Paska hadir bencana pergimu
Mendepak aku dari dunia
Terbunuh rasa yang pernah kuramu

Ragamu hilang dari pandangan
Jiwamu abadi bersemayam
Membuat hati tertawan
Juga kehabisan kalam

Aku merinduimu tanpa jeda
Mengingatmu tanpa kata tidak
Kau kukenang sebagai cerita
Yang nyata, bukan abstrak

Akan kurindui diksimu
"Hanya senja yang tau cara berpamit dengan indah"

Penan, 29 November 2019.

Komentar

Postingan Populer